Tunggu
Dengan putus asa, tak berdaya dan penuh rindu aku berseru,
dan Tuhan menjawab aku dengan tenang, sabar dan lemah lembut. Aku mendesak dan
meratap, agar ditunjukkan-Nya jalan keluar bagi nasibku... dan Tuhan dan Guruku
hanya menjawab lembut, "Tunggu".
"Tunggu? Kau bilang
lagi, Tunggu?" demikian aku marah membantah. "Tuhan, aku membutuhkan
jawaban, aku ingin tahu mengapa!" Dimana uluran tanggan-Mu? Tak
terdengarkah seruanku oleh-Mu? Dalam iman kubertanya, dan aku sedang menunggu
kata-kata-Mu.
Tuhan, aku berada dalam
kebingungan dan keraguan, toh Kau berkata kepadaku, "Tunggu?" Padahal
kubutuhkan kata dari-Mu "Ya", agar aku boleh berjalan terus, atau
bahkan kata "Tidak", agar aku harus berhenti dengan jalanku.
Tuhan tercinta, kata-Mu,
bila kami percaya , kami hanya perlu meminta dan kami akan memperoleh. Tuhan,
aku telah meminta, dan inilah jeritanku : aku sudah letih meminta! aku
membutuhkan sebuah jawaban.
Toh Kaubiarkan aku terus menunggu, dan Kau sendiri selalu
menjawab aku, "Tunggu".
Maka kujerembabkan diriku
dikursi, aku jengkel dan kalah, Dan aku menggerutu pada-Mu, Tuhan, "Aku
menunggu... untuk apa?"
Tiba-tiba kulihat Kau
menunduk berlutut, mata-Mu bertatapan mataku dan lembut Kau berkata,
"Kiranya Aku dapat memberimu sebuah tanda. Aku dapat menggoncangkan langit
dan menggelapkan matahari. Aku dapat membangkitkan orang mati dan membuat
gunung-gunung berlari.
Aku dapat memberikan apa
saja yang kau minta dan menyenagkan kamu. Kamu akan memiliki apa yang kamu
inginkan, tapi kamu takkan mengenal Aku. Kamu takkan mengenal kedalaman
cinta-Ku yang akan kuberikan padamu. Kamu takkan mengetahui kekuatan yang
Kuberikan pada kerapuhanmu.
Kamu takkan belajar melihat
lewat awan-awan keputusasaan. Kamu takkan belajar percaya, bahwa aku ada dan
mendampinggimu. Kamu takkan mengenal kedalaman karena boleh beristirahat dalam
Aku, ketika hanya kegelapan dan kesenyapan yang meliputimu.
Kamu takkan mengalami
kepenuhan cinta, ketika kedamaian roh-Ku turun laksana burung merpati. Kalau
kamu memaksa jawabanku, kamu hanya mengenal Aku dalam kedangkalanMu, takkan
pernah kamu takkan tahu kedalaman detak-detak hati-Ku.
Cahaya penghiburan-Ku
menyusup di waktu malam, Kuberi kamu iman ketika kamu berjalan tanpa
penglihatan. Kamu akan menerima kedalaman lebih daripada sekedar apa yang kau
minta, yang lahir dari ketakterbatasan-Ku, yang membuat milikmu berlangsung
selamanya.
Bila beban dan deritamu
cepat berlalu, kamu takkan pernah tahu apa artinya kata "rahmat-Ku cukup
bagimu". Impian-impanmu boleh saja
menjadi kenyataan, tapi apa artinya itu, jika kau kehilangan semua yang
seharusnya Kukerjakan padamu.
Maka, diamlah, anak-Ku, dan
bila waktunya tiba, kamu akan melihat, bahwa anugerah terbersar bagimu adalah
bila kau sungguh mengetahui-Ku. Maka meski sering jawabanku datang dengan amat
terlambat, Aku akan tetap berpegang pada kata-kata-Ku terdahulu :
"TUNGGU".
Diambil dari Majalah Utusan, Maaf saya lupa edisinya
Dulu seingkali aku meminta jawaban instan dari Tuhan atas apa yang aku tanyakan, sempat pula "menjerit" seperti diceritakan diatas. Namun ada maksud tersendiri dari "tunggu" yang telah Tuhan siapkan untukku. Kini dengan mau menunggu dan melihat Tuhan berkarya dengan rencanaNya, aku tidak hanya melihat cintaNya yang sungguh besar tetapi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar