Sabtu, 23 Juni 2012


Tunggu 
 
Dengan putus asa, tak berdaya dan penuh rindu aku berseru, dan Tuhan menjawab aku dengan tenang, sabar dan lemah lembut. Aku mendesak dan meratap, agar ditunjukkan-Nya jalan keluar bagi nasibku... dan Tuhan dan Guruku hanya menjawab lembut, "Tunggu".

"Tunggu? Kau bilang lagi, Tunggu?" demikian aku marah membantah. "Tuhan, aku membutuhkan jawaban, aku ingin tahu mengapa!" Dimana uluran tanggan-Mu? Tak terdengarkah seruanku oleh-Mu? Dalam iman kubertanya, dan aku sedang menunggu kata-kata-Mu.

Tuhan, aku berada dalam kebingungan dan keraguan, toh Kau berkata kepadaku, "Tunggu?" Padahal kubutuhkan kata dari-Mu "Ya", agar aku boleh berjalan terus, atau bahkan kata "Tidak", agar aku harus berhenti dengan jalanku.

Tuhan tercinta, kata-Mu, bila kami percaya , kami hanya perlu meminta dan kami akan memperoleh. Tuhan, aku telah meminta, dan inilah jeritanku : aku sudah letih meminta! aku membutuhkan sebuah jawaban.
Toh Kaubiarkan aku terus menunggu, dan Kau sendiri selalu menjawab aku, "Tunggu".

Maka kujerembabkan diriku dikursi, aku jengkel dan kalah, Dan aku menggerutu pada-Mu, Tuhan, "Aku menunggu... untuk apa?"

Tiba-tiba kulihat Kau menunduk berlutut, mata-Mu bertatapan mataku dan lembut Kau berkata, "Kiranya Aku dapat memberimu sebuah tanda. Aku dapat menggoncangkan langit dan menggelapkan matahari. Aku dapat membangkitkan orang mati dan membuat gunung-gunung berlari.

Aku dapat memberikan apa saja yang kau minta dan menyenagkan kamu. Kamu akan memiliki apa yang kamu inginkan, tapi kamu takkan mengenal Aku. Kamu takkan mengenal kedalaman cinta-Ku yang akan kuberikan padamu. Kamu takkan mengetahui kekuatan yang Kuberikan pada kerapuhanmu.

Kamu takkan belajar melihat lewat awan-awan keputusasaan. Kamu takkan belajar percaya, bahwa aku ada dan mendampinggimu. Kamu takkan mengenal kedalaman karena boleh beristirahat dalam Aku, ketika hanya kegelapan dan kesenyapan yang meliputimu.

Kamu takkan mengalami kepenuhan cinta, ketika kedamaian roh-Ku turun laksana burung merpati. Kalau kamu memaksa jawabanku, kamu hanya mengenal Aku dalam kedangkalanMu, takkan pernah kamu takkan tahu kedalaman detak-detak hati-Ku.

Cahaya penghiburan-Ku menyusup di waktu malam, Kuberi kamu iman ketika kamu berjalan tanpa penglihatan. Kamu akan menerima kedalaman lebih daripada sekedar apa yang kau minta, yang lahir dari ketakterbatasan-Ku, yang membuat milikmu berlangsung selamanya.

Bila beban dan deritamu cepat berlalu, kamu takkan pernah tahu apa artinya kata "rahmat-Ku cukup bagimu". Impian-impanmu boleh saja menjadi kenyataan, tapi apa artinya itu, jika kau kehilangan semua yang seharusnya Kukerjakan padamu.

Maka, diamlah, anak-Ku, dan bila waktunya tiba, kamu akan melihat, bahwa anugerah terbersar bagimu adalah bila kau sungguh mengetahui-Ku. Maka meski sering jawabanku datang dengan amat terlambat, Aku akan tetap berpegang pada kata-kata-Ku terdahulu : "TUNGGU".

Diambil dari Majalah Utusan, Maaf saya lupa edisinya

Dulu seingkali aku meminta jawaban instan dari Tuhan atas apa yang aku tanyakan, sempat pula "menjerit" seperti diceritakan diatas. Namun ada maksud tersendiri dari "tunggu" yang telah Tuhan siapkan untukku. Kini dengan mau menunggu dan melihat Tuhan berkarya dengan rencanaNya, aku tidak hanya melihat cintaNya yang sungguh besar tetapi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar