Jumat, 15 Juni 2012

Seorang wanita dengan parfum Obsession

"CERITAKANLAH kepadaku tentang seorang wanita," katanya kepadaku. Maka, kuceritakan kepadanya Seorang wanita dengan parfum Obsession. Sahibul hikayat, Calvin Klein jatuh cinta sampai termehek-mehek kepada seorang wanita yang kelak akan menjadi istrinya. Untuk menuntaskan  perasaannya, diciptakanlah olehnya parfum bernama Obsession.
Maksudnya, barangkali, kalau ia tidak bisa mengawini wanita itu, lebih baik mati. Wanita itu menjadi obsesi baginya. Dengan latar belakang pengetahuan itu, seorang wanita selalu berparfum Obsession jika sedang jatuh cinta. Ia sengaja mengoleskan Obsession, yang aromanya menyergap dan menyerang, karena ia berpendapat seperti ini. "Kalau aku jatuh cinta kepada seorang lelaki, siapapun dia, aku akan berusaha mendapatkannya, dengan segala cara. Aku bukan seorang wanita yang menunggu siapa pun untuk melamarku. Aku tidak merasa bersalah untuk menyerbu lelaki yang kucintai, apa pun kata orang. Aku akan menyatakan dengan  segala cara, bahwa aku mencintai dan menghendakinya kalau tidak suka caraku, bilang saja, aku akan menjauh. Sampai ada lelaki lain yang menarik hatiku."

Jazz, Parfum & Insiden Halaman 163-164
Seno Gumira Ajidarma

Aku sangat suka potongan cerita ini, karena akupun seperti itu. Seperti menginginkan barang, aku terkadang lebih memilih barang dengan kualitas baik atau mending tidak sama sekali dan bagaimanapun caranya aku harus mendapatkannya. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada barang yang aku pilih semata, memilih gebetan misalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar