Kamis, 07 Juni 2012

Menunggu

Sore ini setelah semua kewajiban kuliah dan beberapa tugas selesai
sampailah di zona nyaman, zona dimana aku duduk dengan menikmati
secangkir panas kopi dan berseluncur didunia maya.
Bertemu dengan bayang Mu (Endorvina).
Meneliti dan mengamati kegiatanmu di alam maya,
ternyata engkau sedang dialam nyata. Menunggumu menuliskan cerita
di Blog pribadimu, menunggumu bersosialita di jejaring.
Zona ini sangatlah nyaman bagiku, harap-harap menunggu kehadiran senyummu.

Menunggu dia yang entah berada dimana dan sedang apa.
Aku tidak pernah keberatan menunggu siapapun berapa lamapun selama aku mencintainya. Menunggu adalah bagian dari pertemuan itu sendiri. Kalau kita ketemu hanya lima menit dan menunggu selama 95 menit maka itu berarti pertemuan berlangsung 100 menit. Perpisahan pun sering tidak berarti apa-apa—seperti tidak pernah ada perpisahan bagi orang yang saling mencintai. Mereka saling memaki ketika bertemu tetapi tetap saling mengenang ketika berpisah. Perpisahan yang sebenarnya akan terjadi ketika tidak pernah ingat lagi kepada seseorang meskipun kita hidup bersamanya. Juga jika seseorang sudah mati, selama kita masih mengingat dan mengenangnya berarti tiada perpisahan sama sekali.
 -LINGUAE - Seno Gumira Ajidarma



Tidak ada komentar:

Posting Komentar