Sabtu, 23 Juni 2012

Romantis?

Dengan apa kalian akan menggambarkan "romantis"?
Membawakan sepuket bunga mawar lengkap? Atau
mengajak dia makan berdua ditemani cahaya lilin seperti kebanyakan orang?

Bukan, aku tidak menggambarkan "romantis" seperti itu. 
Semuanya tidak harus dinyatakan dengan bunga, semuanya tidak harus digambarkan dengan kebersamaan. 

Ketika dia jatuh sakit aku akan membuatkannya juice, juice buatanku dan aku akan membelanjakan buah-buah itu sendiri. Iya buah pilihan terbaik yang aku pilih sendiri di supermarket, aku berharap dengan  beriring doa buah itu dapat menjelma menjadi obat yang bisa segera menyembuhkannya.

Aku akan menahan kangenku dengan tidak menghubunginya, tidak menelpon ketika dia sibuk belajar menjelang ujian. Aku ingin dia konsentrasi belajar demi masa depannya.

Aku akan berbohong ketika dia menangis dan dia menanyakan "apa aku masih terlihat cantik?", aku akan menjawab "tidak, kamu jelek sekali".

Ketika kita masih belajar bersama, aku akan mulai menabung. Menabung seribu demi seribu untuk biaya kita pergi ke suatu negara jauh disana. Negara yang sama-sama kita impikan. Walaupun tabunganku baru akan terkumpul berpuluh-puluh tahun lagi. Walaupun kebersamaan kita berkesudahan sebelum semuanya terkumpul, namun aku ingin menabung demi impian kita.

Ketika dia nanti mulai bosan denganku, atau dia sudah menemukan orang terbaik disisinya aku hanya akan tersenyum dan berkata "semangat".



Tidak ada komentar:

Posting Komentar