Rabu, 13 Juni 2012

Mencoba menyelami tulisanmu

Pagi ini seperti biasa aku masih rajin menunggu tulisan yang akhir-akhir ini aku amati
selalu kamu perbaharui dini hari. Ya, dugaanku benar beberapa saat yang lalu kamu
memperbaharui blog pribadimu. Melalui tulisan-tulisanmu, aku ingin lebih mengenalmu,
apa yang kamu rasakan, apa yang kamu alami. Namun kali ini aku tidak ingin membahas
tulisan terbarumu entah kenapa aku tertarik membaca tulisan-tulisanmu bulan maret lalu,
nampaknya itu menjadi bulan yang berat untukmu. Ketika tulisanmu membicarakan
tentang siapakah orang yang paling netral dalam hidupmu. Orang yang tidak memiliki maksud dan tujuan tertentu yang bisa mempengaruhi tujuanmu.
Setelah membaca tulisan itu aku teringat sebuah puisi dari Kentz Anggrek Biru, puisi yang sudah lama tersimpan di ingatan.

INVESTASI HATI

Aku tak pernah menginvestasikan hati ini
Sejak mula atau hingga akhirnya
Sejak masih atau hingga sudah
Maka biarkan saja aku tetap menanti
Meski kutau engkau telah berucap usai

Semua yang kuberikan untukmu
Bukanlah sebuah investasi hati
yang kan merugi jika kau tinggalkan
atau untung saat kau tetap ada disini

KENTZ POEM puisi anggrek biru

Seperti puisi diatas sejak awal maupun nanti semua ini berakhir, aku tidak pernah menginvestasikan
perasaan suka, sayang dan entah apa pun ini sebagai sebuah investasi yang mengharap sebuah balasan, ya balasan berupa kebersamaan atau lebih.
Sejak awal aku tahu keadaan dan keterbatasanku dibanding denganmu. Biarkan aku nikmati penantian ini, biarkan aku nikmati keadaan ini. Melihat senyum dengan lesung pipi terindah yang pernah aku temui sudah menjadi kebahagiaan tersendiri. Mungkin didepanmu aku hanya bisa terdiam, terpaku namun sebenarnya banyak sekali yang ingin aku bagi denganmu.
Ya, mungkin jalan kita sebentar lagi akan berlainan. Studymu akan segera berakhir di Yogya ini dan pastinya kau akan segera mengejar karir dan citamu, aku bangga pernah mencintai orang inspiratif, seaktif dan sepintar kamu. Dengan membaca tulisanmu aku berusaha menyelami setiap keadaanmu. Tuhan terima kasih untuk semuanya yang Engkau berikan untuk ku (atau mungkin kita), berikan yang terbaik untuk dia. Penuh sayang untuknya CPP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar