Selasa, 19 Juni 2012

 Harus siap

Sepertinya belum genap 24 jam setelah aku memposting tentang perpisahan, perpisahan itu terjadi "lagi" tadi pagi. Kali ini perpisahan fisik dengan tetangga dekat di Pringwulung, tempat dimana aku dulu tinggal. Pesan singkat yang aku terima pagi ini mengabarkan bahwa beliau dipanggil Tuhan subuh tadi. Sepertinya aku memang harus makin memaknai setiap perjumpaanku dengan orang-orang yang aku temui setiap harinya, karena bukan mustahil itu pertemuan terakhir. Memang perpisahan tidak melulu harus dengan perpisahan fisik atau kematian, perpisahan juga bisa terjadi ketika dua jiwa tidak lagi cocok. Yaa, aku harus belajar merelakan semua, apapun itu walaupun itu bukan milikku. Aku harus mempersiapkan sebuah perpisahan yang mungkin kini memang sudah terjadi, sungguh aku tidak menginginkan ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar