Aku bukan orang yang Update soal lagu. Aku hanya menyukai beberapa musisi dan jenis musik tertentu.
Ini pula yang menghemat space HDD ku, aku lebih suka mengkoleksi lagu serta clip yang benar-benar aku suka. Di indonesia aku penggemar berat Rio Febrian, Musisi luar yang paling-paling aku gandrungi David Foster beberapa lain diantaranya Phill Cholins, Peter Certera, George Benson, Brian McKnight apalagi dengan One Last Cry nya hmmmmmm nancep. Untuk Saxophone, aku serahkan ke wanita cantik asal Jepang Kaori Kobayashi. Aku suka lagu bukan semata lagu itu enak didenger, tetapi biasanya lagu itu mencerminkan cerita keseharian atau cerita yang pernah aku alami. Pernah beberapa tahun lalu saat Rio Febrian ngeluarin album Bertahan salah satu lagunya "Sudah Lupakan Dia" jadi hits yang setia aku puter pagi, siang malem itu-itu aja. Lagu itu pas banget dengan kondisi waktu itu dimana ketika aku memulai menjalin hubungan dengan seorang wanita dan ketika semuanya berjalan lancar tiba-tiba Dia, orang ketiga hadir diantara kita. Dia disini adalah mantan pacar wanita itu, mengusik hubungan antara aku dan wanita itu.
"Aku yang sedang tak percayaimu, curiga kepada hatimu benarkah sudah kau lupakan dia. Aku takut untuk kehilanganmu, takut bila dirimu pergi kembali padaNya"
Sepotong Lirik Sudah Lupakan Dia | Bertahan - Rio Febrian
Kadang aku kasihan sama temen-temenku yang secara tidak langsung ikut dengerin lagu itu, karena mungkin sudah bosennya dengan lagu yang itu-itu saja berbulan-bulan. Aku ngerasa aku bukan orang yang cepat mudah bosan, apalagi dengan satu hal yang sudah benar-benar aku suka apalagi sudah aku cintai. Apapun itu aku berusaha buat ngedapetin, ya mungkin terlihat egois sih.
Lanjut ke lagu One Last Cry,
"My shattered dreams and broken heart
Are mending on the shelf
I saw you holding hands
Standing close to someone else
Now I sit all alone
Wishing all my feelings was gone"
One Last Cry-Brian McKnight
Di lagu ini aku bisa memposisikan diri dimana aku sedang melihat orang yang aku cintai bergandeng tangan dengan orang lain. Wah sungguh menakjubkan bisa merasakan hal yang perih seperti lagu itu, bukankah
"Cinta yg paling terkenang adalah cinta yg tak didapatkan. Sebab kepedihan tak pernah seterkenang kebagiaan."
Memang terbilang ganjil, gila sih tapi dengan menyadari sebuah penderitaan/kepedihan itu aku percaya kok bila nanti aku mendapat sebuah kesempatan lagi untuk bersama dengan seseorang pasti aku akan mikir beberapa kali untuk melukai "dia". Tetapi lain cerita jika siapapun orangnya sudah benar-benar membuatku marah. Aku memang bukan tipikal orang yang mudah marah, jujur karena aku sering sekali terbawa pikiran "memaklumkan" sebuah kesalahan karena manusia tempatnya salah. Tetapi sekali ia melewati batas amanku, aku tidak janji untuk bisa melupakan atau memaafkan kesalahan. Aku bisa berubah jadi orang yang sadis, bahkan dengan orang yang dulu pernah sangat aku cintai sekalipun. Aku pernah begitu menyayangi seseorang, namun karena satu masalah yang "menurutku" tidak dapat ditolelir lagi, ya sudah butuh beberapa tahun untuk memulai lagi. Padahal kita sering bertemu bahkan bisa dibilang kita bertemu di sebuah persahabatan. Tetapi setelah aku pelajari, ternyata memaafkan diri sendiri/berdamai dengan diri sendirilah hal yang terberatnya. Seperti dibawakan apik Peter Cetera - Hard To Say I'm Sorry.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar