Jumat, 20 Juli 2012

Tuhan itu Adil


Ada orang pernah berkata kepadaku, setiap orang yang mengenal baik dirinya sendiri akan mematokkan standart minimal pasangannya kelak sesuai pribadinya. Sejak saat itu aku mulai mematok standart kriteria lawan jenis untuk dijadikan pasangan. Lama aku mencari kesempurnaan yang dimiliki seorang lawan jenis, hingga di satu malam aku tersentak serasa Tuhan mengetuk aku melalui sebuah tulisan yang lama aku simpan.
--------------------------------------------------------------------
Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, "HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia! menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."
Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"


Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untukmemberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang.

Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu".

Ini untuk : yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah dan yang sedang mencari, khususnya yang sedang mencari.

J I K A........
Jika kamu memancing ikan.....
Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu.....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang....
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja......
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat.....

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh......cukuplah sekadar keperluanmu.......
Apabila sekali ia retak......tentu sukar untuk kamu menambalnya semula......
Akhirnya ia dibuang......
Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.....

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya.....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa.....
Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.....akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.

Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya.....

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi.....yang pasti baik untuk dirimu.
Mengenyangkan. Berkhasiat.

Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain....
Terlalu ingin mengejar kelezatan.

Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.
kamu akan menyesal.
Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan....yang membawa kebaikan kepada dirimu.
Menyayangimu. Mengasihimu.

Mengapa kamu berlengah, coba bandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang lain kamu juga akan menyesal.

---------------------------------------------------------------------------------

Dari tulisan ini aku akan berfikir ulang, adilkah Tuhan jika akhirnya kita dipersatukan? Anda muda, pintar, aktif dan selalu optimis. Dan aku, tidak sepenuhnya seperti  anda. Sekali lagi kehidupanku berterima kasih kepada anda, dimana sekarang  aku  bisa begitu menyadari dan memaknai tulisan diatas jauh sebelum  aku  benar-benar menemukan pasangan yang benar tepat nantinya. Rencana Tuhan memang tidaklah mudah dimengerti, seandainya beberapa tahun yang lalu  aku  tidak melihat anda, mungkin lain ceritanya sekarang. Terima kasih.



Selasa, 17 Juli 2012


"A CHILD CALL IT".

Ada 2 tulisan di 2 halaman yang berurutan yang membuat aku berfikir beberapa kali :

"Aku merasa sangat beruntung. Masa laluku yang hitam sudah kutinggalkan. Seburuk apapun masa laluku itu, aku jadi tahu bahwa hidupku sepenuhnya terserah padaku." hlm 146.  Intinya hidup ini adalah hidup kita, jadikan kita pemimpin dari hidup kita sendiri, bukan orang lain yang memimpin hidup kita, siapapun itu! Aku Benar-benar beruntung!

"Anugerah yang kuterima termasuk pertemuanku dengan begitu banyak orang yang memiliki pengaruh positif terhadap hidupku. Begitu banyak wajah yang mendorong aku, mengajari aku untuk membuat pilihan-pilihan yang benar, serta membantu aku dalam usahaku mengejar keberhasilan." hlm 147. Perjumpaan dengan satu atau beberapa orang dan dengan pribadi serta pikiran yang berbeda akan membentuk kita menjadi manusia yang lebih Plural.

-Aku Bebas-

Rabu, 11 Juli 2012

Saya kangen orang ini...




Corat-coret di kertas

Ubah ke bentuk vektor dan pewarnaan

Selesai, Saya kangen orang ini...



Sabtu, 07 Juli 2012

...


Pagi ini ketika dihadapkan pada sebuah kenyataan yang baru saja aku ketahui,
dimana aku tidak bisa menghentikan cepat atau lambat sebuah perpisahan yang terjadi
dan memang perpisahan itu tidak perlu dihentikan.


***
Menunggu dia yang entah berada di mana dan sedang apa.Aku tidak pernah keberatan menunggu siapapun berapa lama pun selama aku mencintainya.Menunggu adalah bagian dari pertemuan itu sendiri. Kita ketemu hanya lima menit dan menunggu selama 95 menit maka itu berarti pertemuan berlangsung 100 menit. Perpisahan pun sering tidak berarti apa-apa seperti tidak ada perpisahan bagi orang yang saling mencintai. Mereka saling memaki ketika bertemu tetapi saling mengenang ketika berpisah. Perpisahan yang sebenarnya akan terjadi ketika kita tidak pernah ingat lagi kepada seseorang meskipun kita hidup bersamanya. Juga jika seseorang sudah mati, selama kita masih mengingat dan mengenangnya berarti tiada perpisahan sama sekali.

Linguae Halaman 58 - Seno Gumira Ajidarma

Pernahkah kalian mengalami perpisahan sebelum perjumpaan? Semoga tidak...

Kamis, 05 Juli 2012

Maybe I am OTD (over-thinking disorder).

Kata diatas memang tidaklah berlebihan, saya adalah tipe orang yang berusaha selalu / terlalu memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan mungkin itu pula yang membuat saya terlalu banyak menimbang-nimbang apa yang akan saya lakukan. Semisal saya esok hendak bepergian ke tempat wisata yang belum pernah saya kunjungi, maka jauh hari saya sudah memikirkan dan membayangkan tempat yang akan saya datangi, mempersiapkan apa yang harus saya bawa, mencari data di internet mulai dari lokasi geografi, jarak tempuh, suhu, oleh-oleh khas, tradisi , apa yang akan dilakukan, apa rencana cadangan dan sebangsanya lalu mencatat dan menyusunnya di buku hitam saya. 


Memikirkan apa yang belum terjadi sebenarnya mempunyai imaji tersendiri, disatu sisi memikirkan apa yang akan diperbuat memanglah baik karena saya bisa mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, namun terlalu linier dengan cara berpikir tentunya tidak baik pula. Memikirkan pribadi sendiri saja terkadang kita masih harus berusaha lagi, apalagi mempelajari  orang lain (sifat / karakter / kebiasaan). Namun manusia sebagai makhluk sosial tentunya dituntut untuk bersosialisasi karena sebagai manusia kita tidak mungkin hidup sendiri. Sekecil apapun bentuknya setiap manusia pasti pernah mempelajari orang sekitarnya, semisal ada dua anak kecil ana dan andi, ana adalah anak yang selalu ditipu oleh andi, lama kelamaan ani akan menanamkan dalam pikirannya sikap kehati-hatian kepada andi agar tidak ditipu lagi, hal itu berarti ana sudah bisa mempelajari kebiasaan andi. 
Permasalah yang dihadapi manusia dewasa tentunya lebih kompleks dan tidak semudah permasalahan yang dihadapi anak kecil. Memikirkan hubungan antar individu, dengan teman, orang tua, gebetan atau pacar mempunyai keunikan tersendiri, dan saya terkadang suka melakukannya. Dalam artian ketika saya memikirkan apa yang menjadi pertanyaan dalam benak saya dan menemukan titik terang pastinya saya senang, namun lain halnya ketika pertanyaan tentang hubungan antar individu tersebut muncul dan tidak mendapat jawaban dan akhirnya berada di suatu titik buntu. 


Saya mempunyai banyak teman  yang begitu dekat, begitu akrab bahkan seperti ketan. Saya suka hal baru, orang baru, saya bisa dekat dengan orang baru bahkan begitu dekat hanya dalam waktu yang singkat, namun tidak sedikit juga yang membutuhkan waktu yang sangat lama dan ada juga yang malahan semakin menjauh. Teman saya menanyakan satu pertanyaan ini setelah bertandang ke rumah saya "Yo, aku kemaren liat adikmu dirumah diem banget trus dia kalo diluar gimana? apa kaya kamu kalem kalo belum kenal tapi rame orangnya kalo uda akrab gitu?" saya memang orang yang rame dalam artian ga bisa diem jika berada dihabitat nyamanya (dengan orang-orang yang sudah dirasa akrab / nyaman). Saya terlebih dahulu akan berusaha mempelajari / terlalu mempelajari orang yang saya belum kenal, mempelajari disini dalam arti bisa menanyakan langsung kepada orang tersebut,  orang terdekatnya atau mempelajari dari aktifitasnya di jejaring sosial  (beda dengan KEPO ya) dilihat bagaimana cara berbahasanya, tingkah lakunya, foto-fotonya walaupun jejaring sosial itu tidak 100% menjadi jaminan mencitrakan si pemilik akun . Saya rasa ini perlu dilakukan karena tidak semua orang bisa menerima cara saya bersosialisasi seperti antara saya dan teman-teman saya, berarti setelah saya mempelajari orang baru dalam hidup saya, saya akan mengklasifikasikan apakah dia bisa masuk kedalam model pertemanan saya seperti biasa atau dia mendapat pengecualian (kan ada tipe orang yang mudah tersinggung) saya harus berhati-hati. Dalam setiap hubungan saya berusaha mereka tetap nyaman dengan kondisi itu namun tidak juga menyingung perasaan. Saya mungkin termasuk orang dengan daya imajinasi yang cukup tinggi, semisal ketika saya melihat satu foto atau mendengar cerita tentang seseorang (apalagi orang yang saya sayang) saya bisa membayangkan bagaimana perasaan orang dalam foto cukup melihat dari ekspresi, seolah foto tersebut bercerita banyak, namanya juga imaji walaupun ga sepenuhnya benar tapi cukup kok mengisi otak saya. Lebih ekstrim lagi saya akan berusaha mencari informasi dimana, kapan, dengan siapa orang dalam foto / cerita tersebut dan saya akan mereka ulang kejadian dengan datang di tempat orang dalam foto / cerita itu diambil / diceritakan diam disitu berjam-jam dan berusaha kembali ke waktu lampau sama seperti orang itu berada dulu. Semisal orang dalam foto / cerita tersebut adalah seorang wanita yang aku suka dan dia adadisitu bersama pacarnya dulu, aku memikirkan bukan bagaimana kelak kita bersama (jika memang jodohku). Disini aku memikirkan ternyata waktu sudah terlewat, dulu kamu pernah bahagia dengan seseorang dan dulu aku juga punya kisahku sendiri sebagai manusia kita tidak bisa pulang kembali ke waktu itu dan menghapusnya, menghapus? untuk apa menghapus kenangan? Kenangan memang harus terjadi, apapun yang dituliskan kenangan itu. Dan apabila selanjutnya kita memang tidak berjodoh aku akan memikirkan foto / cerita tersebut sebagai kisah terindahmu, walaupun dia sebagai pelaku tidak menilainya lagi seperti itu.


Mungkin juga karena saya terbiasa mempelajari orang disekitar dan merekam apa yang biasanya akan dilakukan menjadikan saya tempat sampah curhatan. Memberikan saran walaupun tidak sepenuhnya benar tapi setidaknya menjadi pendengar yang baik dan tidak menceritakan kepada publik masalah mereka sudahlah cukup. Ya itulah manusia, melihat, menilai manusia lain itu gampang tetapi menilai diri saya sendiri ,mencari kesalahan sendiri susahnya minta ampun itu yang  menjadikan beberapa orang menjaga jarak dengan saya ditambah lagi mereka yang tidak mau mengungkap didepan saya. Disatu sisi saya bisa sangat peka, namun bisa juga begitu tumpul melihat apa yang terjadi.

Seorang teman berkata "Sudahlah ada kalanya sesuatu itu tidak perlu terlalu dipikirkan"

Mengamati dan mempelajari walaupun penilaian kita itu semua salah, tetapi mempelajari orang lain memberikan satu cerita gambaran baru tentang kehidupan.

Rabu, 04 Juli 2012

Dilahirkan oleh seorang perawan
Menderita dan sengsara pada jaman Ponsius Pilatus 
Engkau yang dicambuk, disiksa, bermandikan darah
Diolok, dicaci, diludahi
Engkau yang dimahkotai duri
Memanggul salib berat, jatuh hingga kedua kalinya, salib berat menimpamu
Namun Engkau tetap bangun kembali karena cintaMu kepada kami
Engkau yang dikhianati Yudas, muridMu
Paku yang menancap di tangan dan kakiMu
Engkau yang wafat diatas kayu salib, lambungMu yang ditombak
Semua itu rela Engkau lakukan karena karya penebusanMu Tuhan,
Karya penebusan kami orang berdosa
Karya cinta kasihMu yang begitu besar kepada kami anak-anakMu
Terima kasih Tuhan karena Engkau telah memilih kami menjadi anakMu.
Berkatilah kami selalu Yesus agar nanti kami bisa duduk disisiMu.

Selasa, 03 Juli 2012

Dua kali terlambat

Setengah jam yang lalu, sebelum aku hendak pergi tidur aku dapati beberapa lembar kertas diatas rak yang sengaja aku cetak minggu lalu. Aku memutuskan untuk menunda tidurku, mengambil stabilo dan mulai membacanya diatas tempat tidurku. Lembar pertama terlewati, lalu memulai lembar kedua sambil aku coret apa yang aku rasa penting. Terkadang aku terlambat menyadari apa yang sebenarnya ingin disampaikan orang kepadaku. Pagi ini sama seperti beberapa tahun yang lalu, dengan dua tempat berbeda dengan kejadian yang hampir sama. Dua wanita dengan dua waktu dan dua tempat berbeda yang sebenarnya hanya ingin menyampaikan "Hei aku sudah punya pacar", tetapi aku menyadarinya dilain waktu lama setelah kedua wanita itu berusaha mengatakannya kepadaku. 

Dulu ketika aku begitu dekat dan begitu menyayangi seorang wanita, lalu ketika dia berusaha mengatakan status barunya aku baru mengetahui arah pembicaraannya beberapa waktu setelahnya, dan kejadian itu kini terulang lagi dengan wanita yang berbeda. Ya pagi ini setelah membaca itu semua aku hanya akan tersenyum, toh kamu sekarang bukan siapa-siapaku begitu pula sebaliknya kan? Semoga aku hanya salah membaca. Selamat pagi dan kali ini aku akan benar-benar tidur.
Kemelekatan


Bersemi dan entah kapan kembali.
Mewangi dan tetap akan mewangi.

Kuta Bali - Andre Hehanussa


Lagu ini menuntun tanganku menuju rak mengambil novel karangan Moammar Emka yang aku dapat dari seorang teman 3,5th yang lalu. Sekilas sampul novel ini terlihat biasa, namun jika meraba diatas judul Kuta Bali ada lirik lagu yang tercetak timbul disana. Begitu menggebunya aku menginginkan novel ini saat itu. Sungguh novel yang penuh cerita dibalik cerita yang disuguhkannya sendiri. Mendapatkan novel ini bukanlah perkara gampang, beberapa toko buku di Jogja bahkan Solo aku singgahi tapi hasilnya nihil. Ahha, tetapi begitu gampangnya temanku menemukannya dan membelikannya untukku. 

Mengkoleksi, membaca dan memandang barisan buku yang semakin lama makin memenuhi rak diatas tempat tidur memanglah menyenangkan. Ada kepuasan batin tersendiri ketika kita menginginkan sesuatu, berusaha mendapatkan dan menjaganya. Hingga seorang teman beberapa waktu lalu menghubungiku mencari donatur buku untuk disumbangkan di suatu desa di pulau seberang tempat dia KKN nanti. "Uda Yo sumbangin aja buku-bukumu, atau gak National Geographic-mu" memang sih dia tidak memintaku untuk menyumbangkan novel Kuta Bali ini atau novel sejenisnya, karena dia lebih mencari buku edukasi atau majalah yang dapat membuka wawasan orang di tempat dia KKN. Jelas dong aku menolak, mendapatkannya saja susahnya minta ampun masa disumbangin begitu saja. Sejenak aku teringat  cerita Jalaluddin Rumi yang rela membakar buku-buku demi menggapai pengalaman-pengalaman esktase (rasa kenikmatan yang sangat besar yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata dan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata dan hanya bisa dirasakan oleh orang-orang tertentu, terpilih dan tidak sembarangan.) sesering mungkin. Keterikatan atau kemelekatan pada sesuatu benda atau orang memanglah tidak baik, seperti dalam ajaran Budha
Kemelekatan adalah sikap memberikan penilaian yang berlebihan pada suatu objek atau orang kemudian menempel padanya. Dengan kata lain kita membayangkan kualitas yang sebenarnya tidak dimiliki pada orang dan benda-benda, atau melebih-lebihkan yang mereka miliki. Kemelekatan adalah pandangan tidak realistis sehingga mengakibatkan kebingungan.
Melepas kemelekatan bukan berarti kita melepaskan semua milik kita dan tinggal di gua. Tidak ada yang berbahaya dengan kepemilikan harta / benda / orang yang kita sayang. Kita membutuhkannya untuk bertahan hidup. Masalah muncul hanya jika kita tidak memandang pentingnya harta / benda / orang yang kita sayang dengan realistis. Kemelekatan dan ketergantungan menimbulkan masalah tersebut, bukan harta / benda / orang nya. Dengan terbebas dari kemelekatan, kita dapat menikmati harta / benda / orang tersebut.

Yahh, aku harus belajar merelakan, belajar membakar buku (mengkosongkan pikiran) seperti Jalaluddin Rumi,  belajar tidak melekat pada suatu benda atau orang agar aku mendapatkan "esktase" ku sendiri. Selamat dini hari, selamat beraktifitas dimanapun kamu berada. 

Senin, 02 Juli 2012


Senyum Pada Dunia - Tangga


 

Lirik Senyum Pada Dunia - Tangga


Reff: bukalah matamu lihat saja
tak akan ada beban di hati
rasakan bebasnya ekspresikanlah dirimu
segalanya kan terjadi bila kita
tak menutupi hati dan rasa
jadi lepaskanlah tersenyumlah pada dunia
Setiap hariku jalani semuanya dng pasti
Ikuti kata hati
Dan aku tak pernah sekalipun tuk mencoba
Mengingat segala sedih melihat ke belakang lagi
   jauhkanlah (jauhkanlah)
   putus asa (putus asa)
   jalanilah saja
Repeat reff
Coba kita lakukan segala yg kita suka
Apa yg kita rasa
Tanpa harus kita pikir” deh
Selalu hati-hati malah jadi tak berani
   jauhkanlah (jauhkanlah)
   putus asa (putus asa)
   jalanilah saja (jalani saja)
Repeat reff
[ rap ]
Repeat reff

Lagi seneng sama lagu ini , ga perlu alasan 
pokoknya seneng!

Rumput tetangga selalu lebih hijau
"Jika pembandingnya yang serba lebih (lebih kaya, lebih cantik, lebih terkenal, lebih bijaksana) Maka surga pun tidak pernah terbuka. Akhirnya, hidup ternyata persoalan sikap. Surga maupun neraka ternyata hasil dari sikap. Bila sikapnya keluhan dan kekurangan maka neraka yang terlihat. Jika sikapnya bersabar dan bersyukur maka surga yang tampak"

Simfoni di dalam Diri - Halaman 309 - Gede Prama

Terjebak dalam satu pembicaraan bersama seorang teman tentang hal-hal yang menurut kami lebih diluar sana, dan terselip sebuah kalimat "rumput tetangga selalu lebih hijau" yang membuka pandangan kami. Membuka pandangan untuk tidak selalu berkejaran.
"Keserakahan membuat hidup manusia berkejaran, berkejaran, dan berkejaran. Selalu mengira rumah ada di depan. Ketika sekolah dasar mengira sekolah menengah pertama itu enak. Tatkala sekolah menengah pertama menduga sekolah menengah atas yang indah. Di bangku kuliah mengkhayal dunia kerja yang menawan. Sesudah kerja dan stress berfantasi pensiunlah dan istirahat. Setelah pensiun kehilangan rasa hormat orang. Penghasilan berkurang, dan sakit-sakitan"

Simfoni di dalam Diri - Halaman 246 - Gede Prama

Minggu, 01 Juli 2012

Aku punya seorang teman dia lucu sering mengakhiri pembicaraan di pesan pendek atau di chat dengan kata "Aye-aye". Barusan aku tau ternyata aye-aye adalah sejenis hewan pemakan larva serangga.


National Geographic Indonesia Edisi Mei 2012
Halaman 93 
"Ketika saya lebih cepat beberapa menit dari anda,
 rasanya gimana gitu "