"Jika pembandingnya yang serba lebih (lebih kaya, lebih cantik, lebih terkenal, lebih bijaksana) Maka surga pun tidak pernah terbuka. Akhirnya, hidup ternyata persoalan sikap. Surga maupun neraka ternyata hasil dari sikap. Bila sikapnya keluhan dan kekurangan maka neraka yang terlihat. Jika sikapnya bersabar dan bersyukur maka surga yang tampak"
Simfoni di dalam Diri - Halaman 309 - Gede Prama
Terjebak dalam satu pembicaraan bersama seorang teman tentang hal-hal yang menurut kami lebih diluar sana, dan terselip sebuah kalimat "rumput tetangga selalu lebih hijau" yang membuka pandangan kami. Membuka pandangan untuk tidak selalu berkejaran.
"Keserakahan membuat hidup manusia berkejaran, berkejaran, dan berkejaran. Selalu mengira rumah ada di depan. Ketika sekolah dasar mengira sekolah menengah pertama itu enak. Tatkala sekolah menengah pertama menduga sekolah menengah atas yang indah. Di bangku kuliah mengkhayal dunia kerja yang menawan. Sesudah kerja dan stress berfantasi pensiunlah dan istirahat. Setelah pensiun kehilangan rasa hormat orang. Penghasilan berkurang, dan sakit-sakitan"
Simfoni di dalam Diri - Halaman 246 - Gede Prama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar