Hidup yang tidak dapat diulang
kembali membuat manusia harus bertanggung jawab atas segala yang ia lakukan
setiap saat. Menurut Victor Frankl, apa yang telah dilakukan tidak dapat
dihapus begitu saja. Apa yang telah terjadi tidak dapat diganggu gugat dan
tidak dapat disangkal. Hal ini menuntut manusia untuk tetap bersikap aktif dan optimis.
Manusia
dituntut untuk menggunakan sebaik-baiknya setiap detik yang ia lalui dan oleh Karena
itu manusia harus membuat pilihan yang terbaik pada setiap saat karena menurut Victor
Frankl, setiap keputusan yang diambil, betapapun kecilnya merupakan keputusan
yang sangat penting sebab apa yang telah diputuskan tidak dapat dihapuskan
begitu saja, melainkan akan “tersimpan”, dengan kata lain akan tetap menjadi
suatu realitas.
“…. Sungguh menakutkan mengetahui bahwa saat ini kita memikul tanggung jawab untuk masa datang, bahwa setiap keputusan mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar merupakan keputusan untuk semua keabadian, bahwa setiap saat kita dihadapkan pada kenyataan-atau kehilangan-suatu kemungkinan yang ada untuk saat tertentu. Setiap waktu memiliki ribuan kemungkinan, tetapi kita hanya dapat memilih salah satu diantaranya… Apa yang kita laksanakan dengan keputusan tersebut, apa yang kita berikan pada dunia dengan keputusan tersebut akan disimpan; kita telah menciptakan kenyataan dengan keputusan tersebut dan menjaganya dari kefanaan.”
Victor
Frankl, 1968:3
Pernyataan Victor Frankl diatas
menyiratkan tanggung jawab dalam menjalani hidup. Tanggung jawab atas segala
tindakan dan keputusan yang diambil oleh setiap orang dalam hidupnya. Tanggung
jawab berarti bahwa dalam setiap situasi manusia memiliki kemampuan untuk
memberikan respons dengan menggunakan kebebasannya untuk berperilaku atas
pilihan-pilihan yang ada. Menurut Victor Frankl, dalam setiap situasi selalu
ada pilihan, bahkan dalam situasi yang paling buruk sekalipun. Bagaimana
seseorang memberi respon terhadap situasi itulah yang akan membuat perbedaan
dan makna pada suatu situasi.
Ada tanggung jawab berarti ada
kebebasan, begitu juga sebaliknya. Kebebasan adalah dimensi kemanusiaan yang
utama. Namun kebebasan yang dimaksudkan oleh Victor Frankl bukanlah “Kebebasan
dari sesuatu” melainkan “Kebebasan untuk sesuatu, tepatnya adalah kebebasan
untuk mengambil sikap terhadap suatu situasi.
Victor Frankl & Steophanie
Iriana,
13 Juni 2012 18:20 WIB pesan singkat dari seorang sahabat :
“Menurutku kamu dan dia, dua-duanya sama saja, Cuma perang analisa pribadi, saling merasa, tapi dua-duanya tidak cukup berani membenarkan, sama-sama skeptis”
Ya, mungkin Aku atau bahkan Kita skeptis. Bagaimana ini saya
pun belum tau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar