Korupsikah aku?
Ada peribahasa kuman di seberang pulau kelihatan, pesawat Air Bus di pelupuk mata tak nampak.
Mungkin itu peribahasa yang tepat untuk mencitrakan kita dan masyarakat, bagaimana tidak melihat kesalahan orang memang mudah namun mengoreksi kesalahan pribadi susahnya minta ampun.
Banyak orang bersua anti korupsi, si ini korupsi, si itu korupsi padahal dia belum bertanya pada dirinya sendiri "korupsikah aku?"
Korupsi sendiri janganlah selalu diartikan penyelewengan uang, korupsi sendiri bisa berarti luas. Misalnya saat anda berkendara lalu anda menyerobot traffic light, bukankah anda disitu sudah mengambil kesempatan pengendara jalur lain untuk menikmati haknya untuk terus berjalan? Disaat anda membuang sampah sembarangan, sadarkah anda bahwa anda sudah mengambil hak orang lain untuk menikmati lingkungan yang bebas sampah? lalu sewaktu anda bekerja dan pulang sebelum jam yang sudah ditentukan, bukankah itu anda juga sedang korupsi waktu? Masih banyak contoh-contoh kecil korupsi dalam keseharian kita, jadi sebelum anda berkata atau menuduh orang lain korupsi coba tanyakan terlebih dahulu kepada diri anda sendiri "korupsikah aku?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar